Usulan Proposal PKM-M dengan Judul "Pengembangan Kerupuk Kamang Sebagai Industri Kreatif Berbasis Pangan Lokal Kepada Masyarakat Jorong Padang Kunyik Nagari Kamang Mudiak’’ - HIMASEKTA FP-UNAND

Senin, 23 Oktober 2017

Usulan Proposal PKM-M dengan Judul "Pengembangan Kerupuk Kamang Sebagai Industri Kreatif Berbasis Pangan Lokal Kepada Masyarakat Jorong Padang Kunyik Nagari Kamang Mudiak’’



       Latar Belakang:

Kerupuk Kamang merupakan salah satu jenis kerupuk dengan bahan baku ketela pohon jenis ubi ketan atau singkong yang dikonsumsi dengan menggorengnya terlebih dahulu. Kerupuk Kamang merupakan output yang dihasilkan dari usaha industri rumah tangga di Kenagarian Kamang Hilir dan Magek, Kecamatan Magek, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Usaha kerupuk Kamang juga merupakan suatu warisan tradisi ekonomi yang sudah dimulai sejak zaman pendudukan Jepang dan berlangsung hingga saat ini. Namun perkembangannya mulai terlihat sekitar tahun 2000-an, ditandai dengan meningkatnya warga masyarakat yang menekuni usaha ini dari tahun ke tahun.
Kecamatan Kamang Magek terdiri atas tiga nagari, yaitu nagari Kamang Hilir, Kamang Mudik, dan Magek. Dari ketiga nagari yang ada, nagari Kamang Mudik merupakan satu-satunya nagari yang tidak menghasilkan kerupuk Kamang. Disisi lain kerupuk kamang merupakan ikon dari daerah Kamang, untuk itu perlu dikembangkan kerupuk Kamang ke nagari Kamang Mudik sebagai upaya untuk mengembangkan dan melestarikan pangan lokal.
Dalam memenuhi kebutuhan hidupnya masyarakat Kamang Mudik mayoritas bermata pencaharian sebagai petani. Saat menunggu masa panen, masyarakat Kamang Mudik tidak melakukan pekerjaan sampingan, mereka hanya bergantung pada hasil panen. Hal ini juga terjadi pada salah satu jorong yang ada di nagari tersebut yaitu Jorong Padang Kunyik. Kebiasaan ini menyebabkan masyarakat memperoleh pendapatan yang tidak mampu memenuhi kebutuhan mereka.
Adanya usaha kerupuk Kamang di Jorong Padang Kunyik selain untuk mengembangkan dan melestarikan pangan lokal, diharapkan juga dapat membawa perubahan terhadap wilayah tersebut. Hal ini dapat terjadi karena usaha kerupuk Kamang dapat mendorong munculnya unit usaha lainnya seperti seperti usaha budidaya singkong, budidaya daun bawang, yang mana daun bawang juga menjadi salah satu bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan kerupuk Kamang.

Silahkan klik gambar dibawah untuk download: 


Oleh: Divisi Penalaran

Tidak ada komentar:

Posting Komentar